Kebebasan Bermain untuk Perkembangan Anak

Ada banyak bentuk permainan yang dapat dilakukan anak-anak, mulai dari mengekplorasi gerakan, membangun menggunakan alat, membuat game, menggunakan imajinasi dan mengejar anak lain di lapangan.

Konvensi PBB tentang Hak Anak mengakui permainan sebagai hak dasar setiap anak. Tapi permainan menjadi hal yang langka. Studi global, lintas generasi, telah menunjukkan bahwa kegiatan bermain anak-anak di luar ruangan telah menurun, di semua kelompok umur, selama bertahun-tahun.

Permainan yang tidak terstruktur meningkatkan pembelajaran dan perkembangan sosial dan fisik. Menyediakan berbagai opsi permainan, akses permainan yang lebih baik dan lebih sedikit pembatasan dapat mendorong anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik dengan teman sebaya sesuai dengan imajinasi mereka.

Anak anak Bermain

Bermain menjadi Langka

Ada banyak alasan peneliti menggambarkan permainan anak-anak sebagai kegiatan yang “terancam punah” dan “punah”. Ini termasuk lebih banyak penggunaan perangkat elektronik dan orang tua yang ingin melindungi anak-anak dari orang asing, lalu lintas, polusi, dan intimidasi.

Penelitian juga menunjukkan rendahnya kesadaran akan pentingnya bermain, lebih banyak tekanan pada anak-anak untuk berprestasi di kelas dan lebih banyak pembatasan dalam bermain. Jadwal yang padat, seperti pekerjaan orang tua dan kegiatan ekstrakurikuler, juga berperan menjadikan permainan sebagai sesuatu yang langka.

Banyak orang tua melaporkan bahwa anak-anak lebih jarang bermain di luar dibanding jaman ketika mereka anak-anak. Orang tua melihat bahwa ada lebih sedikit anak yang berjalan dan bersepeda ke sekolah atau aktif bermain setelah sekolah.

Orang tua modern lebih cenderung menemani anak-anak, dengan mengantar mereka ke sekolah, menghadiri kunjungan mereka, mengawasi mereka di halaman sekolah, atau menjaga mereka di dalam rumah.

Lebih dari setengah populasi dunia tinggal di kota. Lingkungan perkotaan cenderung mengurangi peluang bermain dengan ruang alami terbuka yang terbatas untuk bermain di luar ruangan.

anak bermain

Mengapa ini penting

Anak-anak memiliki lebih sedikit peluang untuk berinteraksi dengan alam. Memberikan lebih banyak kontak dengan alam dapat meningkatkan kreativitas anak-anak, meningkatkan suasana hati mereka, menurunkan stres, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan aktivitas fisik dan meningkatkan rentang perhatian.

Bermain dengan alam juga menjadi lebih penting sebagai penyeimbang kejenuhan terhadap teknologi. Penting bagi anak-anak untuk berhubungan dengan alam sejak dini, karena mereka kemudian akan belajar untuk menghargai alam sampai dewasa.

Di sekolah dasar, anak-anak menghabiskan sekitar 30 jam per minggu di sekolah dan memiliki lebih dari 4.000 periode istirahat. Jika kesempatan bermain menjadi terbatas di sekitar rumah dan komunitas, sekolah adalah tempat terbaik bagi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan bermain mereka.

anak bermain di sekolah

Bagaimana sekolah berperan

Penelitian menunjukkan, memperkenalkan benda-benda sederhana dari sekitar rumah (seperti kerat susu, pipa dan papan kayu) ke taman bermain sekolah dapat memengaruhi anak-anak untuk bekerja secara kooperatif. Mereka menemukan ide-ide baru dan menyelesaikan masalah dengan membangun, mengamati, merancang dan belajar dari satu sama lain.

Menyediakan lebih banyak pilihan bagi anak-anak untuk bermain di luar memastikan mereka secara intelektual tertantang dan terlibat untuk menemukan cara-cara baru untuk menggunakan ruang tersebut. Jika peralatan bermain, seperti bola, pemukul dan blok, tidak tersedia anak-anak masih dapat menggunakan apa yang disediakan oleh alam, seperti ranting, daun, batu, bulu, kelopak, lumpur dan pasir.

Keragaman benda-benda dan fitur-fitur outdoor menawarkan anak-anak berbagai bentuk, ukuran dan lokasi yang dapat mereka gunakan untuk menemukan, mengeksplorasi dan menciptakan game atau desain. Lebih baik objek bermain tidak diperbaiki karena ini membantu eksplorasi, penemuan, dan kreativitas.

Leave a Comment